Senin, Juni 07, 2010

SURAT-SURAT KEPADA TUJUH GEREJA - Bagian 6

“DILINDUNGI DARI HARI PENCOBAAN YANG AKAN DATANG”
Kepada jemaat di Filadelfia (Why. 3:7-13)

7 "Tuliskanlah kepada malaikat jemaat di Filadelfia: Inilah firman dari Yang Kudus, Yang Benar, yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka. 8 Aku tahu segala pekerjaanmu: Lihatlah, Aku telah membuka pintu bagimu, yang tidak dapat ditutup oleh seorang pun. Aku tahu bahwa kekuatanmu tidak seberapa, namun engkau menuruti firman-Ku dan engkau tidak menyangkal nama-Ku. 9 Lihatlah, beberapa orang dari jemaah Iblis, yaitu mereka yang menyebut dirinya orang Yahudi, tetapi yang sebenarnya tidak demikian, melainkan berdusta, akan Kuserahkan kepadamu. Sesungguhnya Aku akan menyuruh mereka datang dan sujud di depan kakimu dan mereka akan tahu bahwa Aku mengasihi engkau. 10 Karena engkau menuruti firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Aku pun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang tinggal di bumi. 11 Aku datang segera. Peganglah terus apa yang ada padamu, supaya tidak seorang pun mengambil mahkotamu. 12 Siapa yang menang, ia akan Kujadikan tiang di dalam Bait Suci Allah-Ku, dan ia tidak akan keluar lagi dari situ; dan padanya akan Kutuliskan nama Allah-Ku, nama kota Allah-Ku, yaitu Yerusalem baru, yang turun dari surga dari Allah-Ku, dan nama-Ku yang baru. 13 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.

Sapaan si teralamat (ay. 7)
Surat ini diawali dengan sapaan kepada jemaat di Filadelfia. Kota Filadelfia terletak di bagian tenggara kota Sardis dan menghubungkan beberapa jalur perdagangan karena letaknya sangat strategis. Selain itu, tanahnya subur terutama di bagian utara sehingga sangat cocok untuk kebun anggur. Kota, yang dibangun pada paruhan abad ke-2 SM, dihancurkan oleh gempa bumi pada tahun 17 M dan dibangun kembali dengan bantuan kaisar Tiberius. Kota yang dibangun kembali itu diberi nama baru, yakni Kaisarea baru.

Identifikasi diri pemberi perintah (ay. 7b)
Yohanes mengidentifikasikan Yesus yang memberi perintah kepadanya untuk menulis dan mengirimkan surat sebagai “yang kudus, yang benar.” Identifikasi diri Yesus semacam ini di tempat lain hanya digunakan untuk Allah (6:10). Dalam Perjanjian Lama sebutan ini digunakan untuk Allah. Allah disebut sebagai yang kudus dan yang benar (Hos 11:9). Dialah satu-satunya yang pantas dipercaya penuh baik dalam kata-kata maupun dalam tindakan-Nya. Identifikasi Yesus sebagai “yang kudus dan yang benar” ini menunjukkan secara jelas bahwa Yesus mengambil bagian dalam kuasa dan privilese Allah Bapa-Nya.
Selanjutnya, Yohanes mengidentifikasikan Yesus sebagai “yang memegang kunci Daud; apabila Ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila Ia menutup, tidak ada yang dapat membuka” (ay. 7b). Identifikasi ini tampaknya mengungkapkan secara lain apa yang tertulis di dalam kitab Yes 22:22, “Aku akan menaruh kunci rumah Daud ke atas bahunya: apabila ia membuka, tidak ada yang dapat menutup; apabila ia menutup, tidak ada yang dapat membuka.” Dalam kitab Yesaya, kata-kata ini mengacu kepada Elyakim bin Hilkia yang menggantikan pelayan raja yang bernama Sebna sebagai kepala pelayan dan penjaga pintu gerbang rumah raja Daud (Yes 22:15-25). Seperti Elyakim mengizin dan melarang orang masuk ke dalam rumah Daud di Yerusalem lama, demikianlah juga Yesus yang bangkit memegang kunci kerajaan surga sehingga Dia mempunyai kuasa untuk mengizinkan atau melarang orang masuk ke dalam Yerusalem baru, kerajaan Surga. Di dalam Mat 16:19 kunci kerajaan surga diberikan kepada Petrus sebagai wakil Kristus.

Pujian dan janji (ay. 8-11)
Bagian tubuh surat memuat dua hal pokok, yakni pujian (ay.8) dan janji-janji (ay. 9-11). Jemaat Filadelfia adalah jemaat kedua yang tidak menerima kritikan atau celaan dari Yesus yang bangkit (yang pertama adalah jemaat Smirna). Jemaat Filadelfia dipuji karena mereka menuruti firman Allah dan tidak menyangkal nama Yesus meski jumlah mereka tidak seberapa. Tindakan mereka yang terpuji ini menjadi pintu masuk bagi orang lain untuk mengenal dan masuk ke dalam gereja. Oleh karena itu, Kristus berjanji untuk membuka pintu bagi mereka. Ungkapan, “membuka pintu” berarti membuka jalan masuk ke dalam kerajaan Surga, kerajaan Allah. Yesus yang membuka pintu itu memiliki kunci sehingga tidak ada seorangpun dapat menutupnya. Memiliki kunci berarti memiliki kuasa penuh atas sebuah rumah. Dia memiliki otoritas untuk menentukan siapa yang diperbolehkan untuk masuk dan siapa yang tidak diperbolehkan untuk masuk ke dalam Yerusalem surgawi.
Setelah memuji jemaat Filadelfia karena mereka menuruti firman Allah dan tidak menyangkal nama-Nya, Yesus lagi-lagi berbicara tentang orang-orang Yahudi yang disebutnya sebagai “jemaah iblis.” Dengan menyebut mereka sebagai “jemaah Iblis” kesan bahwa orang-orang Yahudi di Filadelfia menciptakan persoalan bagi orang-orang kristiani sangat kuat. Sangatlah mungkin bahwa beberapa anggota jemaat Filadelfia itu berlatar belakang Yahudi dan mereka mengajar bahwa keselamatan yang benar ditemukan dalam Yudaisme. Mereka menolak Yesus sebagai pembawa keselamatan Allah tetapi jemaat Filadelfia tampaknya tidak tergoda oleh ajaran mereka.
Karena jemaat Filadelfia dengan tekun menuruti firman Allah dan tidak menyangkal Yesus, mereka diberikan dua buah janji. Pertama, orang-orang Yahudi akan datang dan tersungkur di depan kaki mereka. Janji ini menyinggung secara jelas janji yang diberikan kepada orang Israel bahwa orang-orang non-Yahudi akan datang dan tersungkur di depan kaki mereka (Mzm 86:9; Yes 45:14; 49:23; 60:14). Ada sebuah ironi yang jelas di sini. Orang-orang non-Yahudi tidak datang dan tersungkur di depan kaki orang-orang Yahudi, tetapi orang-orang Yahudi akan datang dan tersungkur di hadapan jemaat-Nya, Israel yang benar. Pembalikan ini terjadi karena Yesus mengasihi jemaat-Nya (3:9; bdk 1:5). Kedua, Yesus akan melindungi mereka “dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang tinggal di bumi” (ay. 10). Meski tidak disebutkan secara jelas apa yang dimaksudkan dengan “hari pencobaan,” namun pada bagian selanjutnya akan menjadi jelas bahwa hari pencobaan itu mengacu pada hari pengadilan terakhir (6:1-17; 9:20-21; 16:9, 11, 21; 20:12-13). Yang akan mengalami pencobaan pada hari pengadilan terakhir adalah “seluruh dunia” dan “semua yang diam di bumi.” Kedua ungkapan ini mengisyaratkan bahwa pencobaan itu meliputi seluruh bangsa manusia. Yesus akan melindungi mereka pada hari pengadilan seluruh bangsa manusia. Perlindungan semacam ini telah dijamin oleh kematian dan kebangkitan Yesus.
Yesus yang menjanjikan perlindungan bagi umat-Nya yang dengan setia menuruti firman Allah dan yang tidak menyangkal nama-Nya itu akan segera datang. Ungkapan “Aku datang segera” adalah sebuah ungkapan khas apokaliptik yang memberikan pesan penghiburan dan dorongan untuk setia (2:25). Pesan dasar ungkapan itu bukan hanya bahwa segala sesuatu itu berada di bawah kontrol Allah tetapi bahwa Allah akan turut campur tangan pada waktu kita mengalami kesulitan dan penderitaan dengan maksud untuk mengubah segala-galanya dan membawa kemenangan bagi orang yang setia. Oleh karena itu, jemaat diminta untuk berpegang pada iman yang telah mereka miliki sehingga tidak seorang pun dapat mengambil mahkota iman dari mereka. Yohanes memberi jaminan bagi mereka dengan memberi janji-janji yang akan mereka terima pada masa yang akan datang. Janji-janji itu dimaksudkan supaya mereka termotivasi untuk mempertahankan iman mereka dengan setia.

Janji bagi para pemenang dan panggilan untuk mendengarkan (ay. 12-13)
Yesus menjanjikan dua hal kepada para pemenang, yakni mereka mempertahankan kesetiaan iman mereka. Pertama, mereka dijanjikan akan menjadi tiang di dalam bait Allah. Sama seperti Yakobus, Peter, dan Yohanes dijadikan sebagai soko guru komunitas Yerusalem (Gal 2:9), demikian juga para pemenang yang mempertahankan imannya dengan setia akan dijadikan soko guru bagi komunitas Yerusalem Baru, bait surgawi (21:1-4, 22-27). Kedua, Yesus akan menuliskan nama Allah-Nya, nama kota Allah-Nya dan nama-Nya yang baru bagi mereka. Mereka yang dijadikan tiang di Bait Allah itu dituliskan nama, yakni nama Allah, nama kota Allah, nama Kristus. Penulisan nama itu menjadi suatu tanda bahwa mereka adalah milik Allah dan Kristus yang berhak tinggal di Yerusalem baru dan yang dilindungi dari hari pencobaan yang akan datang. Jaminan tulisan tiga nama itu akan melindungi orang-orang Filadelfia dari hukuman kekal.
Kedua janji itu akhirnya disusul dengan sebuah panggilan bagi tiap-tiap orang untuk mendengarkan apa yang dikatakan oleh Roh kepada mereka. Panggilan ini mengikuti rumusan yang biasa muncul pada bagian penutup tiap-tiap surat, “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat.”

Tidak ada komentar: