Rabu, Agustus 10, 2011










Tata Perayaan Perkawinan New Book!
Konferensi Waligereja Indonesia (KWI)

Cet.1, 2011, 175 x 254 mm, 199 hlm, OBOR
Harga Rp 70.000,-
Harga Member Rp. 63.000,- (disc 10%)
Kategori : Liturgi
ISBN : 978-979-565-581-7

Buku ini dikerjakan dan diterbitkan Konferensi Waligereja Indonesia berdasarkan Ordo Celebrandi Matrimonium, editio typica altera, Typis Polyglottis Vaticanis, 1991; sekaligus sebagai revisi atas buku Upacara Perkawinan yang disusun dan diterbitkan oleh PWI-Liturgi 1976 (sekarang Komisi Liturgi KWI). Buku ini diberi approbatio oleh para Uskup dalam Sidang KWI di Jakarta Pada tanggal 12 November 2010 dan ditetapkan untuk masa ad experimentum selama lima tahun.

©

Pemesanan : 021 - 8318633, 8290247
Fax : 021 – 83795929
SMS Center : 021 - 93692428
Daftar menjadi Member : kbr@biblikaindonesia.org

Kamis, Agustus 04, 2011









"Nabi bertugas menyampaikan peringatan pada umat. Didengar atau tidak, itu bukan urusannya"

RINGKASAN PKS VOL.26
NO. 5, September-Oktober 2011 New
Harga Rp. 7.500,-

TANGGUNG JAWAB NABI
Hari Minggu Biasa XXIII – 4 September 2011
Yehezkiel ditetapkan menjadi penjaga Israel. Ia harus berbicara kepada mereka, didengar atau tidak oleh bangsanya itu. Mereka sendiri yang memutuskan untuk mendengarkan atau menolak firman Tuhan yang disampaikannya.

DENDAM VS. PENGAMPUNAN
Hari Minggu Biasa XXIV – 11 September 2011
Banyak orang memberikan tekanan berlebihan pada “sahnya” balas dendam dalam Perjanjian Lama. Ini membuat orang berpandangan bahwa dunia Perjanjian Lama penuh dengan balas dendam. Bahkan, ada yang mengatakan bahwa dalam dunia Perjanjian Lama tidak ada kasih. Benarkah demikian?

MENCARI TUHAN
Hari Minggu Biasa XXV – 18 September 2011
Setiap orang boleh percaya bahwa Tuhan tidak akan mengabaikan orang berdosa yang bertobat. Sebaliknya, Tuhan akan menerima pertobatannya karena kasih-Nya jauh mengatasi segala dosa manusia.

SETIAP ORANG HARUS BERTANGGUNG JAWAB
Hari Minggu Biasa XXVI – 25 September 2011
Satu generasi tidak bisa menabung untuk generasi lain. Seseorang tidak bisa menabung jasa kebaikan pada suatu periode tertentu untuk menutupi kekurangan pada periode lain.

KASIH ALLAH YANG TIDAK DIBALAS
Hari Minggu Biasa XXVII – 2 Oktober 2011
Allah telah mengasihi umat-Nya secara total, tetapi kasih-Nya tidak dibalas. Kasih Allah bertepuk sebelah tangan. Karena cinta tulus Allah tidak ditanggapi, Ia pun kecewa dan sakit hati.

NYANYIAN PUJIAN & SYUKUR
Hari Minggu Biasa XXVIII – 9 Oktober 2011
Nabi Yesaya menegaskan, Allah menyediakan perjamuan. Makanan dan minuman paling baik disediakan oleh Allah untuk semua orang yang bersedia menerima undangan-Nya.

KORESH, SANG MESIAS
Hari Minggu Biasa XXIX – 16 Oktober 2011
Melalui Nabi Deutero-Yesaya, Tuhan menegaskan bahwa Ia adalah satu-satunya Allah. Dengan kuasa-Nya, Ia membangkitkan seorang Mesias untuk menyelamatkan umat-Nya. Tapi maaf, Mesias ini ternyata orang asing!

JANGAN MENINDAS!
Hari Minggu Biasa XXX – 23 Oktober 2011
Tuhan mengingatkan orang Israel, kaum miskin adalah saudara-saudari mereka sendiri. Jadi, jangan berlagak seperti penagih utang terhadap mereka dengan membebankan bunga atas uang yang mereka pinjam. Mereka berutang karena terpaksa. Bersikaplah penuh kasih kepada kaum lemah ini, sokonglah hidup mereka.

PARA PERUSAK PERJANJIAN
Hari Minggu Biasa XXXI – 30 Oktober 2011
Tuhan mengecam para pemimpin umat yang tingkah lakunya memprihatinkan. Mereka dipanggil untuk membimbing umat dan mengarahkannya ke jalan yang benar. Tapi apa yang terjadi? Dia yang memanggil mereka justru dilupakan. Yang terpikir hanyalah bagaimana agar keistimewaan ini dapat mereka nikmati terus-menerus, serta bagaimana agar diri mereka senantiasa dipuji dan dihormati orang lain.

Pemesanan : 021 - 8318633, 8290247

Fax : 021 – 83795929

SMS Center : 021 – 93692428

Email : pks@biblikaindonesia.org


Rabu, Agustus 03, 2011










Markus Injil Yesus Kristus-Anak Allah New Book!
YM Seto Marsunu

Cet. 2011, 147 x 210 mm, 239 hlm, LEMBAGA BIBLIKA INDONESIA (LBI)
Harga Rp 50.000,-
Harga Member Rp. 45.000,- (disc 10%)
Kategori : Kitab Suci

Dari antara keempat Injil yang ada dalam Perjanjian Baru, Injil Markus adalah yang paling pendek. Bisa juga dikatakan bahwa injil ini adalah yang paling mudah dibaca dan dipahami karena sebagian besar isinya berupa cerita. Buku ini dimaksudkan untuk memberikan penjelasan yang diperlukan untuk memahami Injil Markus.

©


Pemesanan : 021 - 8318633, 8290247
Fax : 021 – 83795929
SMS Center : 021 - 93692428
Daftar menjadi Member : kbr@biblikaindonesia.org


Rabu, Juli 27, 2011

SERIAL DAUD 02

KASIH SETIA TUHAN TIDAK AKAN HILANG DARINYA
Kisah Hidup Daud, Raja Israel yang Kedua
Jarot Hadianto

Sosok Daud menurut Perjanjian Lama

Lebih dari tokoh-tokoh yang lain, kisah tentang Daud boleh dibilang sangat lengkap dan melimpah. Dalam Perjanjian Lama, kita dapat menemukannya dalam kitab 1-2 Samuel dan 1 Tawarikh. Daud di sini benar-benar dijadikan tokoh utama. Ia ditampilkan sebagai sosok yang menegakkan kejayaan kerajaan umat Allah. Ketika masih belia, Allah berkenan memilih Daud menjadi raja atas umat-Nya, menggantikan Saul, raja yang pertama. Saul perlu diganti, sebab ia ternyata lebih suka memerintah seturut keinginannya sendiri dan mengabaikan perintah-perintah Allah.

Berbeda halnya dengan Daud. Menaati kehendak Allah merupakan prioritas baginya. Di bawah pemerintahan Daud, perjanjian Allah dengan umat-Nya digambarkan terjalin dengan sangat kokoh. Perjanjian ini hadir dalam bentuk lain, yakni berupa perjanjian antara Allah dan Daud serta keturunannya (2Sam. 7:1-17). Kepada Daud, Allah berfirman, “Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh untuk selama-lamanya di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh untuk selama-lamanya” (2Sam. 7:16). Firman ini menggambarkan sosok Daud sebagai hamba Allah yang imannya luar biasa teguh, sampai-sampai Allah sendiri mengaguminya. Karena itulah Ia menjanjikan kelestarian pemerintahan Daud dan keluarganya. Melalui dinasti Daud, Allah akan menghadirkan keselamatan bagi umat-Nya. Bukan hanya itu, Mesias, Juru Selamat yang kelak akan datang, juga dipikirkan sebagai keturunan Daud atau malah Raja Daud yang baru.

Alkitab memang menggambarkan iman Daud kepada Allah seolah tak bercacat. Sementara raja-raja lain mendua hati dengan berpaling kepada dewa-dewi bangsa asing, Daud tidak melakukan hal itu. Sebab itulah Allah berkenan kepadanya dan memberinya berkat melimpah. Umat juga mengagumi sang raja. Meski tak lepas dari dosa dan kelemahan, mereka memandang Daud sebagai pahlawan iman yang sejati dan raja ideal yang diidam-idamkan. Daud mereka lihat pula sebagai peletak dasar bagi perkembangan kerajaan selanjutnya. Raja-raja lain hanya mengikuti dan melanjutkan apa yang telah dimulai olehnya. Dalam hal pembangunan Bait Allah, misalnya. Meski dibangun oleh Salomo, Daudlah yang dipandang sebagai penggagas dibangunnya tempat suci itu, termasuk tata ibadat yang dilaksanakan di dalamnya. Selain itu, Daud juga dijadikan standar untuk menilai baik-buruknya seorang raja. Jika raja itu setia kepada Allah sebagaimana ditelandankan oleh Daud, ia akan dipuji sebagai raja yang benar. Jika yang terjadi sebaliknya, dengan segera kecaman akan dijatuhkan padanya. Ia akan dinilai sebagai raja yang jahat.

Sejarah yang mengajar

Pembedaan antara “gambaran” dan “kenyataan” di atas mungkin membuat banyak orang merasa bingung, termasuk kita sendiri. Jika sebagian dari yang digambarkan Alkitab tentang Daud ternyata melenceng atau tidak sesuai dengan kenyataan, bagaimana kita dapat yakin tentang sosok Daud yang sebenarnya? Lebih lanjut, bagaimana pula kita dapat berkata bahwa Alkitab mewartakan kebenaran?

Titik tolak paling tepat untuk menjelaskan masalah tersebut kiranya dengan memahami makna Alkitab itu sendiri. Alkitab sebaiknya tidak lagi kita mengerti sebagai kitab yang turun dari surga, yang didiktekan Allah sendiri kata demi kata. Sebaliknya, terinspirasi oleh Allah, para pendahulu kita menyusun Alkitab sebagai sarana mengajar, sekaligus mewartakan iman dan keyakinan mereka. Alkitab dengan demikian merupakan kesaksian iman umat Israel (untuk Perjanjian Lama) dan jemaat Gereja Perdana (untuk Perjanjian Baru). Jenis sastra kesaksian itu ada beraneka macam, antara lain sejarah, puisi, nubuat, maupun apokaliptik.

Jenis sastra kisah-kisah tentang Daud jelas sejarah. Namun, sejarah di sini tidak boleh dimengerti secara modern sebagai “kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau” atau “pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau” (demikian menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, edisi ketiga, tahun 2001). Sudah pasti bahwa para penyusun kisah itu tidak terutama bermaksud melaporkan peristiwa-peristiwa sejarah kepada kita. Sebagaimana Alkitab, sejarah dalam hal ini sekadar dipakai sebagai sarana untuk mengajar dan bersaksi. Karena itulah sejarah dalam Alkitab disebut sebagai “sejarah yang mengajar” atau “kisah-kisah sejarah yang berfungsi sebagai sarana untuk mengajar umat”. Kita yang membacanya diharapkan lebih berfokus pada ajaran atau pesan-pesan yang hendak disampaikan, bukan pada fakta-fakta sejarah yang dipaparkan di situ.

Kesimpulan

Kisah-kisah seputar Daud sebagian besar dikumpulkan oleh Tradisi Deuteronomis (D), tradisi yang menyusun kitab Yosua, Hakim-hakim, Samuel, dan Raja-raja. Berkaitan dengan hal ini, John A. Grindel menulis, “Sejarah Deuteronomis tidak ditulis untuk menyimpan ingatan akan masa lalu, tetapi bertujuan untuk memberikan penjelasan teologis mengenai kekalahan kedua kerajaan Israel dan Yehuda, dan untuk menyajikan suatu dasar teologis bagi pengharapan akan masa depan.”

Benar sekali. Tradisi D menghimpun dan menyusun kisah-kisah tersebut ketika kerajaan Israel-Yehuda telah musnah, sementara umat Allah tercerai-berai, dibuang di tanah asing. Mereka berada dalam situasi sulit, situasi yang juga mengancam iman mereka kepada Tuhan. Dalam keadaan semacam ini, yang penting bagi mereka bukanlah kisah-kisah dari masa lalu, melainkan harapan bagi terwujudnya pemulihan di masa depan. Kisah-kisah tentang Daud memainkan peran pentingnya tepat di sini. Dalam perjalanan hidup sang raja, ada saatnya ia meraih keberhasilan, ada saatnya pula ia jatuh dalam kegelapan. Kisah-kisah tentang Daud disajikan bagi orang Israel bukan sekadar untuk diketahui, melainkan agar mereka belajar darinya, dari segala keberhasilan, juga kegagalan yang dialaminya.

Pada akhirnya bagi kita, pembaca Alkitab masa kini, kisah-kisah itu mengajak kita untuk melihat hidup kita sendiri. Seperti Daud, perjalanan iman kita pun naik turun. Kadang iman kita kepada Tuhan kokoh seteguh batu karang, namun di lain kesempatan, tak jarang pula kita merasa jauh dari-Nya. Mari kita jadikan Daud sebagai cermin bagi pergulatan iman kita dalam memahami Tuhan. Dari pengalaman keberhasilannya, kegagalannya, juga perjuangannya untuk bangkit dari kegagalan itu, semoga kita menemukan pencerahan betapa Tuhan itu baik dan setia menjadi hidup kita sepanjang waktu.***

Daftar Pustaka

1.Bergant dan Karris (ed.), 2002:231.
Auld, Graeme A. Kings Without Privilege: David and Moses in The Story of The Bible’s Kings. Edinburgh: T & T Clark, 1994.
Bruggemann, Walter. David’s Truth in Israel’s Imagination & Memory. Minneapolis: Fortress Press, 1985.
Fourman, Larry. The Life of David. Illinois: Brethren Press, 1990.
Groenen C. Pengantar ke Dalam Perjanjian Lama. Yogyakarta: Kanisius, 1992.
Manney, Jim. Raja Daud. Malang: Pertapaan Karmel.

Selasa, Juli 12, 2011



KURSUS KITAB SUCI Jul-Agst 11New!





Yayasan Lembaga Biblika Indonesia membuka Kursus Kitab Suci (Tematik) periode Juli-Agustus 2011. Kursus diadakan setiap Senin & Kamis pkl. 09.00-11.00 WIB. Tema Kursus Kitab Suci periode ini; Tafsir-tafsir Kitab Para Nabi



Bulan Juli >>> Setiap Senin pkl 09.00 - 11.00
  1. Tgl: 11 juli ‘11- Pengantar
  2. Tgl: 18 juli ‘11- Pengantar Kitab Yesaya
  3. Tgl: 25 juli ‘11- Panggilan Nabi Yesaya


Bulan Agustus >>> Setiap Kamis pkl 09.00 - 11.00
  1. Tgl: 1 Agustus ‘11 - Pengantar Kitab Yeremia
  2. Tgl: 8 Agustus ‘11 - Yeremia Vs Raja-raja Yehuda
  3. Tgl: 15 Agustus ‘11 - Pengantar Kitab Daniel
  4. Tgl: 22 Agustus ‘11 - Daniel di Gua Singa



Informasi : 021 - 8318633, 8290247
Fax : 021 – 83795929
SMS Center : 021 – 93692428
Email : kks@biblikaindonesia.org










Upacara Pemakaman New Book!

Nihil Obstat: Frans Harjawiyata OSCO
Wakil Ketua PWI-Liturgi, sensor
Rawaseneng, 15 Mei 1974

Imprimatur: Mgr. Gregorius Manteiro SVD
Uskup Kupang, Ketua PWI-Liturgi
Kupang, 28 Mei 1974

Cet.1, (edisi revisi) 2011, 141 x 221 mm, 213 hlm, PENERBIT OBOR
Harga Rp 60.000,-
Harga Member Rp. 54.000,- (disc 10%)
Kategori : Liturgi
ISBN 978-979-565-580-0

Buku Pemimpin Upacara

©

Pemesanan : 021 - 8318633, 8290247
Fax : 021 – 83795929
SMS Center : 021 - 93692428
Daftar menjadi Member : kbr@biblikaindonesia.org










Liturgi Orang Sakit New Book!

LITURGI ORANG SAKIT I
Nihil Obstat: Dewan Harian PWI-Liturgi
Yogyakarta, 15 Februari 1979
Imprimatur : PRESIDIUM MAWI

LITURGI ORANG SAKIT II
Nihil Obstat: Harry C. Stolk Sj
Wakil Ketua PWI-Liturgi
Yogyakarta, 15 Februari 1979
Imprimatur : PRESIDIUM MAWI

Cet.1, 2011, 141 x 221 mm, 270 hlm, PENERBIT OBOR
Harga Rp 65.000,-
Harga Member Rp. 58.500,- (disc 10%)
Kategori : Liturgi
ISBN 978-979-565-582-4

Buku Pegangan bagi Para Pemuka Awam dan Para Imam dalam Melayani Orang Sakit.

©

Pemesanan : 021 - 8318633, 8290247
Fax : 021 – 83795929
SMS Center : 021 - 93692428
Daftar menjadi Member : kbr@biblikaindonesia.org