Sabtu, April 06, 2013

6 Apr – HARI SABTU DLM OKTAF PASKAH- (Kis. 4:13-21; Mrk. 16:9-15)

 Teks Kitab Suci
9 Setelah Yesus bangkit pagi-pagi pada hari pertama minggu itu, Ia mula-mula menampakkan diri-Nya kepada Maria Magdalena. Dari padanya Yesus pernah mengusir tujuh setan.10 Lalu perempuan itu pergi memberitahukannya kepada mereka yang selalu mengiringi Yesus, dan yang pada waktu itu sedang berkabung dan menangis.11 Tetapi ketika mereka mendengar, bahwa Yesus hidup dan telah dilihat olehnya, mereka tidak percaya.12 Sesudah itu Ia menampakkan diri dalam rupa yang lain kepada dua orang dari mereka, ketika keduanya dalam perjalanan ke luar kota.13 Lalu kembalilah mereka dan memberitahukannya kepada teman-teman yang lain, tetapi kepada mereka pun teman-teman itu tidak percaya.14 Akhirnya Ia menampakkan diri kepada kesebelas orang itu ketika mereka sedang makan, dan Ia mencela ketidakpercayaan dan kedegilan hati mereka, oleh karena mereka tidak percaya kepada orang-orang yang telah melihat Dia sesudah kebangkitan-Nya.15 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.

Renungan oleh 
Romo Yosef Aris, MSF

Yesus menampakkan diri secara personal kepada perempuan dan para muridNya. Para murid yang diberi warta tentang Yesus yang bangkit, tidak percaya akan pewartaan itu. Saat Yesus menampakkan diri kepada kesebelas muridnya, pada saat makan, mereka terperangah (Mrk 16:14). Tiada satu katapun terucap. Yesus mengkritik ketidakpercayaan dan kedegilan hati para murid. Mereka tidak cepat menanggap dan menangkap karya dan hidup Yesus. mereka lambat mengerti perkataan Yesus. kehadiran Yesus di tengah-tengah para murid, membuat mereka percaya. 

Kepercayaan para murid dituntut pula oleh Yesus, agar mereka menjadi saksi kebenaranNya. Mereka diutus, "Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (ay 15).Para murid diajak keluar dari keterpurukan dan keterkungkungan oleh karena kematianNya. Para murid diutus untuk memberitakan warta suka cita, dengan kebangkitan Yesus. kesedihan akan berlalu, sukacita akan kekal abadi. Dukalara akan lenyap, dan keselamatan akan meraja. Yesus tidak ingin setiap makhluk di dunia mengalami kebinasaan. Maka, Yesus mengutus para murid untuk memberitakan Injil. Sudahkah kita juga mewartakan Injil melalui pekerjaan harian kita, di kantor, keluarga, masyarakan, lingkungan? Sudahkah sesamaku merasakan sukacita penebusan Yesus, dan keselamatan kebangkitanNya dengan kehadiran kita? Selamat menjadi duta sukacita Tuhan.

Jumat, April 05, 2013

5 Apr – HARI JUMAT DLM OKTAF PASKAH- (Kis. 4:1-12; Yoh. 21:1-14)

Teks Kitab Suci
1 Kemudian Yesus menampakkan diri lagi kepada murid-murid-Nya di pantai danau Tiberias dan Ia menampakkan diri sebagai berikut.2 Di pantai itu berkumpul Simon Petrus, Tomas yang disebut Didimus, Natanael dari Kana yang di Galilea, anak-anak Zebedeus dan dua orang murid-Nya yang lain.3 Kata Simon Petrus kepada mereka: "Aku pergi menangkap ikan." Kata mereka kepadanya: "Kami pergi juga dengan engkau." Mereka berangkat lalu naik ke perahu, tetapi malam itu mereka tidak menangkap apa-apa.4 Ketika hari mulai siang, Yesus berdiri di pantai; akan tetapi murid-murid itu tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.5 Kata Yesus kepada mereka: "Hai anak-anak, adakah kamu mempunyai lauk-pauk?" Jawab mereka: "Tidak ada."6 Maka kata Yesus kepada mereka: "Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh." Lalu mereka menebarkannya dan mereka tidak dapat menariknya lagi karena banyaknya ikan.7 Maka murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus: "Itu Tuhan." Ketika Petrus mendengar, bahwa itu adalah Tuhan, maka ia mengenakan pakaiannya, sebab ia tidak berpakaian, lalu terjun ke dalam danau.8 Murid-murid yang lain datang dengan perahu karena mereka tidak jauh dari darat, hanya kira-kira dua ratus hasta saja dan mereka menghela jala yang penuh ikan itu.9 Ketika mereka tiba di darat, mereka melihat api arang dan di atasnya ikan dan roti.10 Kata Yesus kepada mereka: "Bawalah beberapa ikan, yang baru kamu tangkap itu."11 Simon Petrus naik ke perahu lalu menghela jala itu ke darat, penuh ikan-ikan besar: seratus lima puluh tiga ekor banyaknya, dan sungguhpun sebanyak itu, jala itu tidak koyak.12 Kata Yesus kepada mereka: "Marilah dan sarapanlah." Tidak ada di antara murid-murid itu yang berani bertanya kepada-Nya: "Siapakah Engkau?" Sebab mereka tahu, bahwa Ia adalah Tuhan.13 Yesus maju ke depan, mengambil roti dan memberikannya kepada mereka, demikian juga ikan itu.14 Itulah ketiga kalinya Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya sesudah Ia bangkit dari antara orang mati. 

Renungan oleh 
Romo Yosef Aris, MSF

"Tebarkanlah jalamu di sebelah kanan perahu, maka akan kamu peroleh” (Yoh 21:6). Sebuah perintah Yesus untuk memberi solusi saat para murid tidak mempunyai makanan, dan telah seharian menangkap ikan, namun belum memperoleh. Setiap persoalan pasti ada jalan keluarnya. Orang dituntut untuk kreatif, bersabar, dan percaya kepada Tuhan. Hal yang biasa muncul adalah : bila masalah belum juga selesai, gerutu, mengeluh, selalu akan muncul. Orang menjadi putus asa. Orang kurang sabar dalam menemukan tuntunan. Orang menjadi sibuk dengan tuntutan untuk segera menyelesaikan persoalan. Yesus telah menolong para murid yang belum mendapatkan ikan. Menebarkan jala di sisi kanan, merupakan salah satu solusi. Allah sendiri yang menunjukkan jalan keluar persoalan. Dan mereka percaya akan sapaan itu. 

Di hati para murid telah berkembang kepercayaan kepada Yesus. kepercayaan itu telah teruji dan menghasilkan buah. Kepercayaan akan perintah Yesus, telah mendatangkan rejeki yang banyak. Mereka mendapatkan ikan. Mereka bersuka cita. Demikiaan saat Petrus memartkan Yesus yang bangkit. Meskipun pewartaannya ditentang beberapa orang, namun mereka yang mendengar dengan hati, mata terbuka, makin banyak orang percaya. Meskipun Petrus ditangkap dan ditahan, namun orang yang percaya kepada Yesus makin meningkat jumlahnya (Kis 4:3-4). Sungguhkah kita percaya kepada Yesus? Setia, bertekun, dan mau berjuangkah kita dalam iman, saat menghadapi persoalan, tuntutan hidup yang berat, kesulitan, kesalahpahaman? Ingat Percaya kepada Yesus, akan menghasilkan buah berlimpah!!

Kamis, April 04, 2013

4 Apr – HARI KAMIS DLM OKTAF PASKAH- (Kis. 3:11-26; Luk. 24:35-48)

Teks Kitab Suci 
35 Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.36 Dan sementara mereka bercakap-cakap tentang hal-hal itu, Yesus tiba-tiba berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata kepada mereka: "Damai sejahtera bagi kamu!"37 Mereka terkejut dan takut dan menyangka bahwa mereka melihat hantu.38 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu terkejut dan apa sebabnya timbul keragu-raguan di dalam hati kamu?39 Lihatlah tangan-Ku dan kaki-Ku: Aku sendirilah ini; rabalah Aku dan lihatlah, karena hantu tidak ada daging dan tulangnya, seperti yang kamu lihat ada pada-Ku."40 Sambil berkata demikian, Ia memperlihatkan tangan dan kaki-Nya kepada mereka.41 Dan ketika mereka belum percaya karena girangnya dan masih heran, berkatalah Ia kepada mereka: "Adakah padamu makanan di sini?"42 Lalu mereka memberikan kepada-Nya sepotong ikan goreng.43 Ia mengambilnya dan memakannya di depan mata mereka.44 Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur."45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci.46 Kata-Nya kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,47 dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem.48 Kamu adalah saksi dari semuanya ini.

Renungan oleh 
Romo Yosef Aris, MSF

“Damai sejahtera bagimu!” , sapaan Yesus kepada para murid saat menampakkan diri. Yesus menyapa dengan lembut. Sapaan yang menentaramkan hati, tidak membuat takut, meskipun para murid masih berada pada keraguan-raguan (Luk 14:38). Yesus menunjukan bekas luka-luka di tangan dan kaki. Yesus mencoba meyakinkan para murid akan diriNya yang sekarang ini berada di tengah-tengah mereka. Bahkan Yesus tidak hanya menunjukkan tangan dan kakiNya, tetap Yesus juga meminta mereka untuk meraba tubuhNya (Luk 24:39). Kehadiran sosok Yesus yang utuh seperti sediakala, sebelum Dia wafat, telah membuat para murid kebingungan. Ketidakpercayaan menghinggapi diri mereka. Mereka belum yakin benar-benar dengan kehadiran Yesus.

Lebih tegas, Yesus menyatakan kehadiranNya saat meminta makanan (ay 41). Setelah diberi sepotong ikan goreng, Yesus memakannya. Peristiwa ini juga hendak memperlihatkan bahwa Yesus benar-benar hidup. Yesus yang telah mati dan dimakamkan, kini telah hidup dan menjumpai para murid. Yesus juga mengaskan kebersamaanNya dengan para murid. Ia tidak meninggalkan para murid. Yesus berpihak kepada hidup para murid. Ia tidak membiarkan para murid dalam kegelisahan, kebimbangan yang berkepanjangan. Yesus hadir membuat hati para murid berkobar-kobar dan menjadi teguh. Ia juga menegaskan perutusanNya. "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita dan bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga,dan lagi: dalam nama-Nya berita tentang pertobatan dan pengampunan dosa harus disampaikan kepada segala bangsa, mulai dari Yerusalem. Kamu adalah saksi dari semuanya ini”. (ay 46-48). Masihkah kita ragu dengan iman kita kepada Yesus yang telah bangkit dan menyelamatkan? Beranikah kita menjadi saksi akan kasihNya yang telah kita rasakan. Bersama Yesus, hati dan hidupku menjadi tenang. Aku menjadi kuat sentosa.

Rabu, April 03, 2013

3 Apr – HARI RABU DLM OKTAF PASKAH- (Kis. 3:1-10; Luk. 24:13-35) 

Teks Kitab Suci
13 Pada hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,14 dan mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.15 Ketika mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.16 Tetapi ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal Dia.17 Yesus berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka muram.18 Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawab-Nya: "Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?"19 Kata-Nya kepada mereka: "Apakah itu?" Jawab mereka: "Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami.20 Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya.21 Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi.22 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur,23 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup.24 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat."25 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi!26 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?"27 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi.28 Mereka mendekati kampung yang mereka tuju, lalu Ia berbuat seolah-olah hendak meneruskan perjalanan-Nya.29 Tetapi mereka sangat mendesak-Nya, katanya: "Tinggallah bersama-sama dengan kami, sebab hari telah menjelang malam dan matahari hampir terbenam." Lalu masuklah Ia untuk tinggal bersama-sama dengan mereka.30 Waktu Ia duduk makan dengan mereka, Ia mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka.31 Ketika itu terbukalah mata mereka dan mereka pun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.32 Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"33 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.34 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon."35 Lalu kedua orang itu pun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

Renungan oleh 
Romo Yosef Aris, MSF

"Emas dan perak tidak ada padaku, tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus, orang Nazaret itu, berjalanlah! (Kis 3:6). Petrus memberikan sesuatu yang ia punyai dan dibutuhkan oleh si penderita lumpuh. Petrus tidak hanya memberi kesembuhan, sehingga si lumpuh dapat berjalan dan bekerja sebagaimana mestinya sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. Tetapi Petrus juga menghantar si lumpuh untuk percaya kepada Yesus. Si lumpuh bersukacita, ia memuji Allah, sebab Allah bertindah atas hidupnya. Peristiwa penyembuhan yang dilakukan Petrus memang harus sampai pada pengenalan pribadi (percaya) kepada Yesus. Petrus bertindak demi nama Yesus Kristus. Ya.... percaya kepada Yesus menjadi misi Petrus dalam perwujudan memggebalakan domba-domba Yesus. 

Sebuah peristiwa iman hendaknya makin mampu lebih dalam membawa seseorang percaya kepada Yesus. peristiwa dua murid yang berjalan ke Emaus, telah membukakan mata mereka untuk peka akan kehadiran Tuhan. Mereka berbincang tentang Yesus, dengan penuh keheranan, kepercayaan, bahkan dengan keragu-raguan pula. Saat Yesus mengambil roti, mengucap berkat, lalu memecah-mecahkannya dan memberikannya kepada mereka, mata mereka menjadi terbuka (Luk 24:30). Mereka melihat dan bercakap-cakap dengan Yesus. Keraguan menjadi hilang. Kepercayaan menjadi gemilang. Hati berkobar-kobar untuk segera kembalike Yerusalem mewartakan pengalaman perjumpaan dengan Yesus yang bangkit. Semoga perjumpaan pribadi dengan Yesus dan pengalaman perayaan paskah, menjadikan kita bergairah dalam hidup sehari-hari untuk menjadi saksi kebenaran, cinta kasih, persaudaraan, damai, dan pengampunan.

Selasa, April 02, 2013

2 Apr – HARI SELASA DLM OKTAF PASKAH- (Kis. 2:36-41; Yoh. 20:11-18)

Teks Kitab Suci
11 Tetapi Maria berdiri dekat kubur itu dan menangis. Sambil menangis ia menjenguk ke dalam kubur itu,12 dan tampaklah olehnya dua orang malaikat berpakaian putih, yang seorang duduk di sebelah kepala dan yang lain di sebelah kaki di tempat mayat Yesus terbaring.13 Kata malaikat-malaikat itu kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis?" Jawab Maria kepada mereka: "Tuhanku telah diambil orang dan aku tidak tahu di mana Ia diletakkan."14 Sesudah berkata demikian ia menoleh ke belakang dan melihat Yesus berdiri di situ, tetapi ia tidak tahu, bahwa itu adalah Yesus.15 Kata Yesus kepadanya: "Ibu, mengapa engkau menangis? Siapakah yang engkau cari?" Maria menyangka orang itu adalah penunggu taman, lalu berkata kepada-Nya: "Tuan, jikalau tuan yang mengambil Dia, katakanlah kepadaku, di mana tuan meletakkan Dia, supaya aku dapat mengambil-Nya."16 Kata Yesus kepadanya: "Maria!" Maria berpaling dan berkata kepada-Nya dalam bahasa Ibrani: "Rabuni!", artinya Guru.17 Kata Yesus kepadanya: "Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu."18 Maria Magdalena pergi dan berkata kepada murid-murid: "Aku telah melihat Tuhan!" dan juga bahwa Dia yang mengatakan hal-hal itu kepadanya.

Renungan oleh 
Romo Yosef Aris, MSF

Petrus menegaskan siapakah Yesus. Allah telah membuat Yesus yang disalibkan manusia, menjadi Tuhan dan Kristus (Kis 2:36). Pewartaan Petrus telah memperbaharui umat saat itu. Dengan kesadaran, mereka bertanya apakah yang harus diperbuat? Petrus memengajarkan kepada mereka agar bertobat dan memberi diri dibaptis (ay 38). Pertobatan dan kesediaan diri dibaptis menjadi sarana untuk makin percaya kepada Kristus. Pertobatan mengantar kepada iman. Pertobatan dan dibaptis menjadikan seseorang hidup penuh dengan karunia Roh Kudus. Mereka dibentangkan pemahaman akan Allah yang menyelamatkan. Dan jalan satu-satunya untuk mengalami keselamatan adalah pertobatan. 

Sangat istimewa perjumpaan Petrus dengan Yesus yang telah bangkit di Pantai Danau Tiberias. Yesus mengajak sarapan Petrus dan teman-temannya setelah Ia menyiapkan makanan. Dialog Yesus dan Petrus membuat tercengang para murid yang mendengarnya, termasuk Petrus sendiri. Yesus bertanya, Apakah engkau mengasihiku? Pertanyaan ini diajukan Yesus sebanyak 3 kali. Dan Petrus juga menjawab 3 kali, bahwa ia mengasihi Yesus. Suatu dialog yang menggugah rasa hati, bisa jadi jengkel, karena jawaban disampaikan dengan sungguh-sungguh, namun sepertinya diragukan. Atas jawaban Petrus tersebut, Yesus tidak ragu untuk mempercayakan Gereja (umatNya) kepada Petrus. : "Gembalakanlah domba-domba-Ku” (Yoh 20:15-17). Sebuah kesetiaan dalam kasih telah mewujud dalam pemberian tanggung jawab yang besar bagi Petrus. Tanggung jawab menggembalakan domba-domba Yesus, umat yang percaya kepada Yesus dengan bertitik tolak pada sikap mengasihiNya. Sudahkah kita menggembalakan keluarga dengan kasih kita kepada Yesus, juga di dalam pekerjaan, masyarakat, lingkungan Gereja? Bila kita mengasihi Yesus, kitapun akan dipercaya menjadi gembala bagi sesama.

Senin, April 01, 2013

1 Apr – HARI SENIN DLM OKTAF PASKAH- (Kis. 2:14,22-32; Mat. 28:8-15)

Teks Kitab Suci
8 Mereka segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus.9 Tiba-tiba Yesus berjumpa dengan mereka dan berkata: "Salam bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta menyembah-Nya.10 Maka kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku."11 Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.12 Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu13 dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.14 Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."15 Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Renungan oleh 
Romo Yosef Aris, MSF

Pengajaran Petrus tentang kebangkitan sungguh mempesona dan meneguhkan. Ia membeberkan siapakah Yesus, karya Yesus, hidup, sampai pada kebangkitanNya. Ia menegaskan kepada banyak orang, bahwa para murid menjadi saksi akan hidup Yesus (Kis 2:32). Sebagai seorang saksi, berbiara lantang meyakinkan sungguh menjadi faktor utama. Kesaksian yang diwartakanpun mengandung unsur kebenaran. Dan dasar dari kesaksian tersebut adalah iman. Petrus sungguh meyakini kebenaran hidup Yesus dan Yesus sungguh Mesias. Ia pun menampilkan kutipan yang disampaikan Daud tentang Mesia (Kis 2:25-28). 

Pengalaman perjumpaan dengan Yesus yang bangkit juga mendorong para perempuan (Maria Magdalena dan Maria yang lain) untuk memberi kesaksian kepada para murid Yesus. Mereka bergegas, berlari cepat-cepat untuk berjumpa dengan para murid (mat 28:8). Pewartaan akan sukacita sungguh bersifat mendesak. Perjumpaan Yesus dengan para perempuan telah membuat mereka tenteram, setelah kebingungan menyaksikan jenazah Yesus tidak ada di makam. Perintah Yesus kepada para perempuan sungguh memberi harapan baru. "Jangan takut. Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah mereka akan melihat Aku." (ay 10). Harapan kemuliaan, harapan sukacita yang menghapus duka akan terjadi di Galilea. Para murid diajak untuk berani menapaki kehidupan baru. Ya... beranikah kita menjadi saksi sukacita kebangkitan Tuhan Yesus, setiap kali merayakan Paskah?

Kamis, Maret 28, 2013

ORANGTUA & ANAK: SALING MENGASIHI, SALING MEMELIHARA Wacana Biblika Vol. 13/No. 2/April-Juni 2013


ORANGTUA & ANAK: SALING MENGASIHI, SALING MEMELIHARA 
Wacana Biblika Vol. 13/No. 2/April-Juni 2013 

HORMATILAH AYAHMU & IBUMU: PENGHORMATAN TERHADAP ORANGTUA DALAM PERSPEKTIF “PERINTAH UTAMA” 
V. Indra Sanjaya, Pr 

Anak wajib menghormati orangtua karena kita lahir berkat mereka. Tidak ada hubungan antar-manusiawi yang begitu mendasar daripada hubungan antara anak dan orangtua. Karena aspek generatif yang khas ini, orangtua bahkan (hampir) disejajarkan dengan Allah sendiri.

BAGAIMANA ORANGTUA YAHUDI MENDIDIK ANAK MEREKA 
Martin Harun, OFM 

Dalam tradisi Yahudi, keluarga disebut bet avot (rumah bapa). Maka jelaslah bahwa ayah atau juga kakek memainkan peranan sentral dalam kehidupan keluarga dan juga pendidikan anak. Namun, dalam pendidikan anak-anak kecil dan putri-putri sampai menikah, justru ibu-ibu lebih berperan.

MENGGALI KEKUATAN DOA “BAPA KAMI” 
Yoseph F. Susanto, Pr 

Yesus mempersiapkan para murid untuk mempunyai suatu relasi “Bapa-anak”. Para murid perlahan namun pasti diundang masuk ke dalam suatu ikatan intim dengan Allah sebagai Bapa, yaitu sebagai anak-anak Allah. Bagaimana caranya?




Komplek Gedung Gajah Blok D-E
Jalan Dr. Saharjo no.111, Tebet - Jakarta Selatan
Telp : 021- 8318633, 8290247
SMS Center. 021-56173345
Pin BB: 308B81AE 
lembagabiblikaindonesia@yahoo.co.id
www.lembagabiblikaindonesia.org